Berita
SIAPA YANG LEBIH BERPOTENSI MENULARKAN HIV?
Pada Juni 2006, persentase kasus AIDS yang disebabkan oleh hubungan heteroseksual adalah 38,5%, meningkat pada Juni 2011 menjadi 76,3%. Bandingkan dengan kasus AIDS yang disebabkan oleh penggunaan napza suntik (penasun) pada kurun waktu yang sama, menurun persentasenya dari 54,42% menjadi 16,3%. (Persentase Kumulatif Kasus AIDS Triwulan Kedua 2006 vs 2011 Berdasarkan Cara Penularan dan Kasus pada Perempuan) Peningkatan kasus AIDS karena hubungan heteroseksual ini berdampak pada meningkatnya jumlah perempuan dan bayi yang dilaporkan sebagai kasus AIDS baru. Pada Juni
Sosok
Kasmuri, Sahabat WPS
Kasnuri namanya, 45 tahun, profesi terakhir sopir truk antara kota. Sebelumnya sempat juga menjadi sopir minyak Pertamina. Mengundurkan diri karena dituduh korupsi, padahal dia tak melakukanya. Menjadi sopir truk antar kota memang tak ringan, derajat risiko, beban dan hasil yang didapatkan untuk keluarga tidaklah setara. Maka lelaki berperawakan kurus itu melepaskan kemudi truk. Menetap di belakang pangkalan truk Banyuputih, Batang. Sebentar, ini bukan cerita tentang kere yang jadi pengusaha sukses sebagaimana dalam buku-buku motivasi yang mendorong orang jadi kaya raya
Agenda
Program Magang & Penelitian
Graha Mitra memberikan kesempatan kepada pelajar, mahasiswa/i segala jurusan dari semua perguruan tinggi atau instansi pemerintah dan swasta yang ingin melakukan penelitian, skripsi atau keperluan yang berkaitan dengan studi ataupun untuk pengalaman dalam melakukan perubahan sosial, terutama pada bidang-bidang yang sedang atau pernah dilakukan oleh Graha Mitra. Kesempatan ini dibuka sebagai upaya ikut mendorong dan memberikan masukan pada usaha-usaha percepatan perubahan sosial yang sedang dilakukan oleh Graha Mitra, dalam rangka ikut membangun tatanan sosial masyarakat yang lebih baik serta yang
Artikel
PERBUDAKAN GLOBAL PEREMPUAN
Dunia dimana kita hidup saat ini, dibingkai dalam dunia laki-laki, di mana ekonomi global dirancang dalam beton sistem pemenang dan pecundang. Iklim yang kondusif bagi laki-laki untuk eksploitasi seksual perempuan tanpa batas dan merupakan penyalahgunaan kekuasaan yang paling buruk. Perempuan dibentuk untuk kalah dalam sistem ini, dan seperti burung elang berputar‐putar di sekitar kawanan domba yang sakit, para ‘pengusaha’ memangsa perempuan di seluruh dunia, menjebak dalam jaringan perusahaan ‘perbudakan seks yang hina’, perempuan diperdagangankan secara luas sebagai harta benda seks.






